Breaking News

Sherly Tjoanda dan Catatan Prestasi Maluku Utara: Dari Zakat hingga Transformasi Ekonomi

IMG 20260909 WA0143
Bagikan
Lihat Tersimpan

TERNATE, SHERLY MALUT — Tahun 2025 menjadi periode penting dalam perjalanan pemerintahan Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda Laos. Sejumlah penghargaan dan apresiasi tingkat nasional diterima pemerintah daerah, seiring dengan berbagai kebijakan yang diarahkan pada peningkatan pelayanan publik, pembangunan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Sebagai gubernur perempuan pertama di Maluku Utara, Sherly Tjoanda tidak hanya menghadapi tantangan pembangunan di wilayah kepulauan, tetapi juga dituntut memperkuat tata kelola pemerintahan di tengah potensi besar sektor pertambangan dan persoalan pemerataan pembangunan.

Salah satu apresiasi yang mencuat adalah Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025 dari Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori Pertumbuhan Ekonomi Pertambangan dan Olahannya, yang berkaitan dengan tingginya pertumbuhan ekonomi Maluku Utara.

Capaian tersebut menjadi perhatian karena Maluku Utara dalam beberapa tahun terakhir dikenal sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, terutama ditopang sektor pertambangan dan industri pengolahan.

Namun, bagi pemerintah daerah, pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya diukur dari besarnya investasi dan aktivitas industri. Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut memberikan dampak nyata terhadap masyarakat lokal, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan pemerataan pembangunan antarpulau.

Raih Baznas Award 2025

Prestasi lainnya datang dari sektor keagamaan dan sosial. Sherly Tjoanda menerima Baznas Award 2025 sebagai kepala daerah pendukung gerakan zakat Indonesia.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan pengelolaan zakat sebagai salah satu instrumen sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Bagi Maluku Utara, penguatan zakat dinilai memiliki arti penting karena dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus membantu pemerintah dalam mengurangi persoalan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penghargaan Kepemimpinan Perempuan

Nama Sherly Tjoanda juga mendapat apresiasi melalui Anugerah Srikandi Indonesia dan Srikandi Penggerak Politik 2025.

Penghargaan tersebut dikaitkan dengan kiprahnya sebagai pemimpin perempuan di daerah serta komitmennya terhadap pelayanan publik dan percepatan pembangunan.

Kehadiran Sherly sebagai gubernur perempuan pertama Maluku Utara sekaligus menjadi simbol meningkatnya ruang kepemimpinan perempuan dalam pemerintahan daerah.

Selain itu, Sherly juga meraih IK Awards 2025 dalam kategori Excellence in Women’s Leadership and Eastern Indonesia Transformation. Penghargaan tersebut menyoroti kepemimpinan perempuan dan upaya transformasi pembangunan di kawasan Indonesia Timur.

Pendidikan dan Kesehatan Gratis

Di sektor pelayanan dasar, pemerintahan Sherly juga membawa sejumlah program yang menjadi perhatian publik.

Program pendidikan dan kesehatan gratis serta Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) menjadi bagian dari kebijakan yang diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar.

Kebijakan tersebut memiliki arti strategis bagi Maluku Utara yang karakter geografisnya terdiri atas banyak pulau. Akses pendidikan dan kesehatan tidak selalu mudah dijangkau masyarakat yang berada jauh dari pusat pemerintahan.

Karena itu, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kebijakan di tingkat provinsi, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah memastikan pelayanan benar-benar sampai kepada masyarakat di wilayah terpencil dan kepulauan.

Hilirisasi Jadi Tantangan Berikutnya

Di bidang ekonomi, pemerintah provinsi mendorong penguatan hilirisasi sektor pertambangan dan investasi daerah.

Langkah tersebut menjadi penting karena Maluku Utara memiliki sumber daya mineral yang besar. Aktivitas pertambangan telah menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun, tingginya aktivitas pertambangan juga membawa tantangan tersendiri. Pemerintah dituntut memastikan investasi berjalan sejalan dengan perlindungan lingkungan, peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, serta manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Maluku Utara.

Dengan demikian, hilirisasi tidak sekadar menghasilkan angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai tambah dan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.

Prestasi Harus Berbanding Lurus dengan Manfaat Masyarakat

Berbagai penghargaan yang diterima sepanjang 2025 menjadi modal penting bagi pemerintahan Sherly Tjoanda. Namun, penghargaan pada akhirnya bukanlah tujuan akhir dari sebuah pemerintahan.

Ukuran keberhasilan yang paling dirasakan masyarakat adalah kualitas pelayanan publik, akses pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur, terbukanya lapangan pekerjaan, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Dengan potensi sumber daya alam yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, Maluku Utara memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh.

Tantangan bagi Sherly Tjoanda ke depan adalah memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya terlihat dalam angka statistik, tetapi juga terasa hingga ke desa-desa, pulau-pulau kecil, dan masyarakat yang selama ini berada jauh dari pusat pertumbuhan ekonomi.

Jika hal tersebut dapat diwujudkan, maka berbagai penghargaan yang diterima bukan sekadar simbol prestasi pemerintah daerah, melainkan menjadi bagian dari perjalanan menuju Maluku Utara yang lebih maju, inklusif, dan sejahtera. (Red)

Penulis

admin@123

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *