TIDORE KEPULAUAN — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMA Negeri 2 Kota Tidore Kepulauan (SMANDU TIKEP). Dua tim dari sekolah tersebut berhasil meraih Juara II dan Juara III Lomba Minivlog Tingkat SMA se-Maluku Utara dalam rangka Dies Natalis ke-27 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun Tahun 2026.
Kegiatan tersebut mengusung tema *“Merawat Bahasa, Merangkai Cerita: Menyingkap Keunikan Maluku Utara Lewat Layar dan Bahasa Ibu.”* Tema ini menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengenalkan kekayaan bahasa, tradisi, dan budaya Maluku Utara melalui karya kreatif berbasis audiovisual.
Prestasi Juara II berhasil diraih oleh tim SMAN 2 Kota Tidore Kepulauan melalui karya minivlog berjudul *“Gam Toloa.”*
Tim tersebut terdiri atas:
Nurjihan Tsaqifah Malik
Sandrawalla Abdullah
Khaila Putri Bahdi
Melalui karya tersebut, para siswa mengangkat kekayaan bahasa dan budaya lokal sebagai bagian dari upaya memperkenalkan keunikan Maluku Utara kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Karya “Gam Toloa” tidak hanya menampilkan kreativitas siswa dalam memproduksi konten digital, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan identitas budaya lokal melalui bahasa dan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Sementara itu, Juara III juga berhasil diraih oleh peserta didik SMAN 2 Kota Tidore Kepulauan, yakni Marwa Citra Kirana, melalui karya berjudul *“Mam Tradisi Uci-Uci Gam Toloa Mam RimoI.”*
Karya tersebut mengangkat tradisi dan kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari upaya menjaga, mengenalkan, sekaligus melestarikan bahasa dan budaya daerah melalui media digital.
Kehadiran karya tersebut menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya agar tetap dikenal dan relevan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman.
Dua Prestasi, Satu Kebanggaan
Keberhasilan meraih Juara II dan Juara III dalam satu ajang menjadi pencapaian yang membanggakan bagi keluarga besar SMAN 2 Kota Tidore Kepulauan.
Prestasi ini sekaligus menunjukkan bahwa peserta didik SMANDU TIKEP tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki kreativitas dalam mengolah potensi bahasa dan budaya daerah menjadi karya digital yang menarik.
Lebih dari sekadar kompetisi, karya para siswa tersebut menjadi bentuk nyata keterlibatan generasi muda dalam merawat bahasa, mengenalkan tradisi, serta menjaga identitas budaya Maluku Utara melalui media yang dekat dengan kehidupan generasi saat ini.
Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus berani berkarya, menggali potensi budaya lokal, dan menjadikan kreativitas sebagai sarana untuk mengharumkan nama sekolah maupun daerah.
Selamat kepada para pemenang. Terus berkarya, lestarikan bahasa dan budaya daerah, serta harumkan nama SMANDU TIKEP
Penulis : Rahmat Ikram





Tinggalkan Balasan