Breaking News

Kabut Asap Selimuti Morotai, Dinkes Bagikan 5 Ribu Masker kepada Masyarakat

IMG 20261005 WA0174
Bagikan
Lihat Tersimpan

MOROTAI, MALUKU UTARA — Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, dalam beberapa hari terakhir mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.
Sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kesehatan akibat paparan kabut asap, Dinkes Pulau Morotai membagikan sekitar 5 ribu masker kepada masyarakat.

Pembagian masker tersebut dipusatkan di kawasan Jalan Protokoler, Tugu Pancasila, Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, pada Minggu (4/10/2026). Sebanyak kurang lebih 100 boks masker dibagikan kepada warga yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Kepala Dinkes Pulau Morotai, *Ahdad Hi Hasan,* mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat dari paparan udara yang bercampur kabut dan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Ada kurang lebih 5 ribu masker dibagikan ke masyarakat. Memang kita tidak punya alat untuk mengukur kualitas udara, tetapi secara kasat mata bisa kita lihat. Kabut ini bercampur dengan asap karhutla,” kata Ahdad.

Menurut Ahdad, kondisi udara di Morotai saat ini berbeda dari kondisi normal. Kabut yang bercampur asap karhutla dikhawatirkan dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara belum kembali membaik. Warga yang terpaksa harus bepergian juga diminta menggunakan masker sebagai pelindung saluran pernapasan.

“Dari Dinas Kesehatan mengimbau agar masyarakat jangan terlalu banyak beraktivitas keluar. Walaupun keluar, tetap selalu menggunakan masker sehingga kita terhindari penyakit yang disebabkan oleh kabut asap,” ujarnya.

Selain membagikan masker, Dinkes Pulau Morotai telah meminta seluruh Puskesmas yang tersebar di enam kecamatan untuk meningkatkan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat.

Petugas kesehatan diminta segera melaporkan apabila ditemukan kasus yang mencolok maupun peningkatan keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan kabut asap.

“Kalau ada kasus mencolok segera dilaporkan. Puskesmas terus melakukan pemantauan secara langsung, dan kami juga ke depan meminta Puskesmas membagikan masker ke masyarakat,” jelas Ahdad.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini apabila terjadi peningkatan gangguan kesehatan di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya normal.

Perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak sekolah. Dinkes meminta pihak sekolah dan para guru membatasi aktivitas siswa di luar ruangan selama kondisi udara masih diselimuti kabut asap.

Ahdad berharap pihak sekolah dapat bekerja sama dengan tenaga kesehatan untuk memastikan aktivitas belajar siswa tetap berlangsung dengan memperhatikan kondisi kesehatan dan kualitas udara.

“Khususnya anak sekolah, diharapkan kerja sama pihak guru agar siswa jangan dulu beraktivitas di luar, tetap fokus di dalam kelas,” tandasnya.

Dinkes Pulau Morotai mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan mengutamakan kesehatan selama kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah. Penggunaan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan menjadi langkah yang dianjurkan selama kondisi tersebut berlangsung.

Penulis : RI

Penulis

admin@123

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *