Breaking News

‎Satu Pasien Rujukan Puskemas Pulau Makian Meninggal Dunia di RSUD Ternate

IMG 20261012 WA0269
Bagikan
Lihat Tersimpan

IMG 20261012 WA0268Kabar duka kembali menyelimuti keluarga besar Soma (IKS) Maluku Utara. Khususnya masyarakat soma di Desa Gurua, kecmatan pulau makian, Kabupaten Halmahera Selatan.
‎
‎Kepergian almarhum Sanusi Lahabato yang merupakan sang legenda penyayi lagu togal daerah (Manika) tersebut, menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 13:00 di RSUD Chasan Boesoirie Ternate, Selasa (13/10/2026).
‎
‎Sang legenda lagu togal (Manika) tersebut rencana dikebumikan pada Rabu (14/10) besok di desa kelahirannya yakni desa Ngokomalako, kecamatan kayoa Utara.
‎
‎”Innalillahi Wainnailaihi Raajiun, atas berpulangnya sang lengenda lagu togal daerah. Semoga almarhum diterima di sisinya Allah SWT serta diberikan ketabahan bagi seluruh keluarga yang ditinggalkan”

‎‎Informasih yang diperoleh media ini bahwa, sebelumnya almarhum (Sanusi Lahabato) sempat dilarikan ke puskesmas pulau makean, dengan menggunakan bodi laut 15 PK, dalam kondisi kritis dan kondisi sangat lemah.

‎Ironisnya, setibanya almalhum bersama keluarga di Desa Gitang, tidak mendapatkan perlakuan baik yakni pelayanan medis dari pihak puskesmas setempat.
‎
‎Salah satu keluarga almarhum, mengaku almarhum sempat terlambat mendapatkan penanganan medis dari puskesmas makian, karena kendala yang dialaminya, sedang menunggu kedatangan mobil ambulans dengan memakan wantu yang cukup lama.
‎
‎”Sesampainya kami (kitorang) di Desa Gitang sikitar pukul 12:36 WIT, seharusnya almarhum sudah harus dijemput dan dibawa masuk ke Puskesmas. Namun justru almarhum masih terbaring lemah di atas perahu dengan waktu yang cukup,” ujar keluarga almarhum yang menyesalkan pelayanan puskesmas pulau makian.
‎
‎Bahkan kata keluarga Almarhum, sementara kami sedang menunggu kedatangan mobil ambulans, namun kata seoarang petugas setempat beralasan bahwa mobil Ambulans Puskesmas tidak dapat digunakan (Rusak).
‎
‎Hal ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat, khususnya keluarga almarhum, kendaraan yang justru sebelumnya berfungsi dan sempat mengangkut seorang pasien yang tidak sadarkan diri di desa sangapati menuju puskesmas, satu jam kemudian tiba-tiba disebut tidak bisa beroperasi disaat yang paling mendesak.
‎
‎”Kami sangat sedih sekaligus kecewa. Saat keluarga kami butuh pertolongan segera, kami disuruh menunggu di perahu. Katanya mobil tidak bisa naik tanjakan. Sungguh memilukan,” ungkap pihak keluarga almarhum yang di sembunyikan namanya dengan nada yang bergetar seraya menahan tangis.
‎
‎‎Tak berselang keudian, Almarhum di bawa ke Puskesmas dengan menggunakan mobil pribadi salah satu warga desa Rabut Daiyo (Aco). Akhirnya almarhum sempat mendapatkan penanganan awal di Puskesmas hingga dirujuk ke RSUD dr. H. Chasan Boesoirie di Ternate karena kondisinya yang memburuk.
‎

Kejadian ini memicu keprihatinan mendalam di tengah masyarakat Pulau Makian, yang selama ini sudah menghadapi tantangan akses transportasi.
‎
‎”Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar tidak ada lagi nyawa yang hilang akibat kelalaian atau alasan yang tidak masuk akal dalam pelayanan dasar di puskesmas pulau makian,”pungkasnya.
‎
‎ ‎

Penulis

admin@123

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *