HALSEL, SHERLY MALUT – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara, berlangsung khidmat. Upacara yang dipusatkan di Lapangan MIN 3 Halsel tersebut diikuti pegawai madrasah, jajaran Kantor Urusan Agama (KUA), serta para siswa dan siswi.
Dalam upacara tersebut, Rusmina Hamja, S.Pd.I., bertindak sebagai inspektur upacara. Peringatan tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, yang menekankan pentingnya peran santri dalam membangun generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan memiliki semangat kebangsaan.
Pelaksanaan upacara ini menjadi momentum untuk mengenang jasa para ulama dan santri yang turut berjuang dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Selain itu, peringatan tersebut menjadi sarana menanamkan nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, persatuan, serta kecintaan terhadap Tanah Air kepada generasi muda.
Kehadiran pegawai madrasah, jajaran KUA, dan para pelajar mencerminkan semangat kebersamaan dalam memperkuat pendidikan keagamaan sekaligus menjaga nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendahulu.
Santri dan Tantangan Menuju Indonesia Emas
Tema Hari Santri Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran strategis dalam mempersiapkan masa depan bangsa. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial, santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, serta keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Generasi santri diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, disiplin, dan berintegritas. Bekal ilmu pengetahuan yang disertai akhlak mulia menjadi modal penting untuk berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan.
Pendidikan madrasah dan pendidikan keagamaan pun memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Momentum Hari Santri di Kecamatan Pulau Makian diharapkan dapat mendorong para pelajar untuk terus belajar, meningkatkan prestasi, dan mengembangkan potensi diri demi kemajuan daerah serta bangsa.
Menanamkan Nilai Perjuangan dan Kebangsaan
Hari Santri Nasional juga menjadi pengingat atas kontribusi para ulama dan santri dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Nilai-nilai perjuangan tersebut perlu diwariskan melalui pendidikan, pengabdian, dan tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
Semangat santri dapat diwujudkan melalui sikap menghormati guru dan orang tua, menjaga kerukunan, menjunjung tinggi kejujuran, serta menggunakan teknologi dan media sosial secara bijak.
Generasi muda juga diharapkan mampu menjaga persatuan, menyaring informasi secara kritis, dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi.
Momentum Memperkuat Pendidikan dan Karakter
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Pulau Makian menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membangun karakter generasi muda.
Dukungan keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendorong tumbuhnya generasi berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab.
Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan kesempatan untuk merefleksikan tanggung jawab bersama dalam menyiapkan generasi penerus yang mampu menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan kebangsaan.
Dengan semangat “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, para santri diharapkan terus mengambil bagian dalam membangun Indonesia yang maju, berkarakter, dan berdaya saing.
(Redaksi SHERLY MALUT)





Tinggalkan Balasan