TERNATE, SHERLY MALUT – Suasana Festival Legu Tara No Ate di kawasan Kedaton Ternate, Sabtu (24/10/2026), berlangsung meriah. Di tengah kemeriahan festival budaya tersebut, perhatian warga tertuju pada momen ketika Sultan Ternate, H. Hidayat Mudafar Syah, melontarkan pertanyaan mengenai dukungan terhadap Sherly Tjoanda untuk melanjutkan kepemimpinan selama dua periode.
Pertanyaan itu disambut riuh oleh warga yang hadir. Seruan “Setuju!” terdengar menggema di tengah keramaian festival, menciptakan suasana penuh antusiasme sekaligus menjadi perhatian di tengah dinamika politik Maluku Utara.
Momen tersebut terekam dalam narasi kegiatan dan materi visual yang beredar. Meski demikian, jumlah pasti warga yang menyampaikan dukungan serta konteks lengkap pernyataan Sultan perlu dikonfirmasi lebih lanjut agar tidak menimbulkan penafsiran yang keliru.
Sultan Ternate dan Aspirasi Warga
Festival Legu Tara No Ate tidak hanya menjadi ruang perayaan kebudayaan, tetapi juga ajang berkumpulnya masyarakat untuk mempererat hubungan sosial dan menjaga tradisi leluhur Ternate.
Kehadiran Sultan Hidayat Mudafar Syah dalam kegiatan itu menjadi perhatian tersendiri. Sebagai tokoh adat Kesultanan Ternate yang juga dikenal sebagai anggota DPD RI dari Maluku Utara, setiap pernyataan yang disampaikannya di ruang publik berpotensi menarik perhatian masyarakat.
Ketika pertanyaan mengenai dukungan terhadap Sherly Tjoanda disampaikan, respons warga yang terdengar serentak menambah semarak suasana festival.
Namun, respons spontan dalam sebuah kegiatan tidak serta-merta dapat dianggap mewakili seluruh masyarakat Ternate. Dukungan tersebut tetap perlu dipahami sesuai konteks kegiatan dan warga yang hadir pada saat itu.
Seruan Dukungan di Tengah Dinamika Politik
Nama Sherly Tjoanda terus menjadi perhatian dalam pembicaraan mengenai arah pembangunan dan kepemimpinan di Maluku Utara. Seruan dukungan dua periode yang muncul dalam suasana festival menunjukkan bahwa isu keberlanjutan kepemimpinan dapat menjadi bagian dari percakapan publik.
Meski demikian, berbagai klaim mengenai keberhasilan pembangunan, pelayanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat perlu didukung data serta keterangan resmi agar dapat dinilai secara objektif.
Bagi masyarakat, harapan terhadap pemimpin pada dasarnya berkaitan dengan hasil pembangunan yang dapat dirasakan, pemerataan pelayanan, serta kemampuan pemerintah menjawab kebutuhan warga hingga ke wilayah kepulauan.
Festival Budaya dan Ruang Aspirasi Masyarakat
Peristiwa di Kedaton Ternate tersebut memperlihatkan bagaimana kegiatan kebudayaan dapat menjadi ruang pertemuan berbagai kalangan, sekaligus tempat munculnya beragam aspirasi masyarakat.
Di tengah upaya menjaga warisan budaya Ternate, respons warga terhadap pertanyaan mengenai Sherly Tjoanda menjadi salah satu momen yang menarik perhatian dalam pelaksanaan Festival Legu Tara No Ate.
Meski demikian, dukungan politik tidak hanya diukur dari sorakan dalam sebuah acara, tetapi juga dari aspirasi masyarakat yang disampaikan secara terbuka serta proses demokrasi yang berjalan sesuai ketentuan.
Festival pun diharapkan tetap menjadi momentum memperkuat persatuan, menjaga nilai-nilai adat, dan membangun komunikasi yang sehat antara pemimpin dan masyarakat. (Red)





Tinggalkan Balasan