SherlyMalut.com — Sebanyak 14 penumpang longboat yang bertolak dari Kayoa menuju Desa Gurua, Kecamatan Makian, Halmahera Selatan, tersesat hingga ke perairan Oba, Kota Tidore Kepulauan, akibat kabut asap. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah kehabisan bahan bakar minyak (BBM).
Peristiwa itu terjadi pada Rabu dini hari. Longboat itu kehilangan arah akibat kabut asap dan terbawa arus ke perairan Oba. Situasi semakin sulit setelah BBM kapal habis di tengah perjalanan.
Beruntung, akses internet masih tersedia sehingga salah seorang penumpang, Muhammad Hi. Adam, yang menjabat Sekretaris Desa (Sekdes) Gurua, menghubungi anggota Polsek Pulau Makian, Sayuti Hi. Zainal, untuk meminta pertolongan.
Sayuti mengatakan, pesan terakhir yang diterimanya hanya berupa informasi lokasi keberadaan longboat. Setelah menerima pesan tersebut, ia langsung bertolak dari Desa Gurua menuju titik lokasi yang dibagikan.
“Saat tiba di lokasi, kami menemukan mereka sudah hanyut sampai ke perairan Oba dalam kondisi BBM habis. Saya kemudian berikan BBM sebanyak 25 liter. Setelah itu, kami bersama-sama bertolak menuju Desa Gurua dengan menggunakan Google Maps. Seluruh penumpang selamat dan dalam keadaan baik,” Kata Sayuti.
Aksi itu mendapat apresiasi dari akademisi Unkhair Ternate, Dr. Muamil Sunan. Menurutnya, langkah Sayuti patut diapresiasi karena berani mengambil inisiatif untuk mengevakuasi 16 penumpang di tengah kondisi kabut asap.
“Langkah anggota Polsek Pulau Makian itu patut diacungi jempol. Dengan modal keberanian dan kepercayaan diri, ia mampu membantu mengevakuasi warga tanpa bantuan khusus dari Basarnas maupun pihak lainnya,” Kata Dr. Muamil.
Muamil juga mengingatkan warga agar lebih berhati-hati saat melakukan perjalanan laut, terutama ketika kabut asap membatasi jarak pandang. Kata dia, kondisi itu dapat meningkatkan risiko kehilangan arah selama pelayaran.
Selain itu, Muamil meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan, khususnya Dinas Perhubungan (Dishub), memperketat pengawasan transportasi laut, terutama saat kondisi cuaca buruk dan kabut asap membatasi jarak pandang.
“Pengawasan perlu diperkuat untuk memastikan keselamatan penumpang, kesiapan kapal, serta ketersediaan BBM sebelum keberangkatan. Langkah ini penting agar risiko kecelakaan maupun penumpang kehilangan arah di laut dapat dicegah,” Tandasnya. (*)





Tinggalkan Balasan