Breaking News

Berat Badan Mario Salindeho Meningkat, Pendampingan NHM Peduli Bantu Pemulihan Gizi Anak di Halmahera Utara

IMG 20261017 WA0104
Bagikan
Lihat Tersimpan

HALMAHERA UTARA– Kisah menggembirakan datang dari Mario Salindeho, anak berusia empat tahun asal Desa Sasur, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Setelah mendapatkan pendampingan penanganan stunting melalui program NHM Peduli, Mario menunjukkan perkembangan positif, mulai dari peningkatan berat badan hingga perubahan perilaku yang semakin aktif dan bersemangat saat makan.

Sebelumnya, berat badan Mario hanya mencapai 9 kilogram. Kondisi tersebut sempat membuat ibunya, Vivi Alvionita, khawatir terhadap pertumbuhan dan perkembangan putra keduanya itu. Namun, melalui pendampingan dan bantuan pemenuhan gizi yang diberikan sejak April hingga Agustus 2026, keluarga mulai melihat perubahan yang membahagiakan.

Mario merupakan anak kedua dari pasangan Vivi Alvionita dan Frice Salindeho. Dalam kesehariannya, Frice bekerja mengelola kebun kelapa dan pala milik keluarga. Hasil panen dari kebun tersebut dijual ke pasar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Di tengah kesederhanaan kehidupan keluarga, Mario menjalani aktivitas seperti anak-anak seusianya. Ia telah mengikuti pendidikan anak usia dini (PAUD) di desanya dan senang menemani ibunya ketika membantu sang ayah bekerja di kebun.

Meski demikian, perjalanan tumbuh kembang Mario sempat menimbulkan kekhawatiran. Berat badannya sulit bertambah meskipun usianya terus meningkat.

“Sejak umur tiga tahun, berat badannya memang susah naik,” ungkap Vivi.

Kondisi Mario mulai mendapatkan perhatian ketika NHM Peduli melakukan skrining terhadap keluarganya pada April 2026. Pemeriksaan tersebut dilaksanakan bersama tenaga medis dari puskesmas setempat dan mencatat berat badan Mario hanya 9 kilogram.

Hasil skrining selanjutnya divalidasi dan ditabulasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara sebagai bagian dari proses pendataan kondisi kesehatan anak.

Sebagai tindak lanjut, NHM Peduli memberikan bantuan makanan bergizi berupa nasi, ikan, sayur, dan lauk-pauk, serta enam kardus susu untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi Mario.

Bantuan yang diberikan selama lima bulan, yakni April hingga Agustus 2026, diharapkan dapat mendukung perbaikan kondisi gizi sekaligus membantu pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut.

Bagi Mario, susu menjadi salah satu bantuan yang paling disukainya. Vivi mengaku perubahan nafsu makan putranya merupakan salah satu perkembangan yang paling terasa selama program pendampingan berlangsung.

“Mario senang sekali kalau dikasih susu. Setelah ada susu, dia jadi semangat makan lagi,” tutur Vivi.

Seiring berjalannya pendampingan, kondisi Mario menunjukkan perkembangan positif. Berat badannya meningkat, aktivitasnya semakin bertambah, dan ia menjadi lebih banyak berbicara. Bagi Vivi, perubahan yang membuat putranya semakin “cerewet” itu menjadi kebahagiaan tersendiri setelah sebelumnya diliputi kekhawatiran terhadap tumbuh kembang anaknya.

Cost Control NHM Peduli, Fenny Baud, mengatakan bahwa berdasarkan hasil skrining lanjutan di lapangan, Mario dilaporkan telah keluar dari kondisi stunting.
Pemeriksaan tersebut dilakukan bersama tenaga medis dari puskesmas setempat. Hasilnya kemudian divalidasi dan ditabulasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara.

“Berdasarkan hasil skrining lanjutan di lapangan bersama tenaga medis dari puskesmas setempat, yang kemudian divalidasi dan ditabulasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, Mario akhirnya dilaporkan telah keluar dari kondisi stunting,” ungkap Fenny.

Perkembangan ini menjadi kabar menggembirakan bagi keluarga Mario. Bagi Vivi, perubahan yang terlihat dalam keseharian putranya menjadi harapan baru agar pertumbuhan dan perkembangannya terus membaik.

Meski demikian, pemantauan tumbuh kembang Mario tetap dilanjutkan oleh pihak puskesmas melalui layanan posyandu. Pemantauan secara berkala diperlukan untuk memastikan pertumbuhan anak tetap terpantau dan kebutuhan gizinya terpenuhi sesuai dengan tahapan usia.

Vivi berharap program NHM Peduli dapat terus berjalan sehingga semakin banyak anak dan keluarga yang membutuhkan di wilayah lingkar tambang memperoleh manfaat serupa.

“Semoga programnya lancar terus ke depannya dan bisa membantu anak-anak yang membutuhkan di lingkar tambang,” harap Vivi.

Kisah Mario menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap tumbuh kembang anak membutuhkan keterlibatan keluarga, tenaga kesehatan, serta dukungan berbagai pihak. Skrining kesehatan, pemenuhan gizi yang sesuai kebutuhan, dan pemantauan berkala merupakan bagian penting dalam mendukung pertumbuhan anak secara optimal.

Melalui pendampingan yang dilakukan NHM Peduli bersama tenaga kesehatan setempat, keluarga Mario mendapatkan dukungan dalam upaya memenuhi kebutuhan gizi putranya. Perkembangan positif yang dialami Mario pun menjadi harapan bagi keluarga sekaligus gambaran pentingnya deteksi dini dan pendampingan berkelanjutan dalam penanganan masalah gizi anak.

Penulis

admin@123

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *