Breaking News

TKBM Sibela Bersatu Resmi Berdiri di Tuwokona, Kesejahteraan dan Keselamatan Anggota Jadi Fokus

IMG 20260918 WA0212
Bagikan
Lihat Tersimpan

HALSEL, SherlyMalut.COM — Lembaga Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Sibela Bersatu resmi terbentuk di Pelabuhan Tuwokona, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara.

Pembentukan lembaga tersebut dituangkan dalam Akta Pendirian Lembaga Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Sibela Bersatu Nomor 05, yang dibuat pada 16 September 2026 di hadapan Notaris Ira Setiawati Lafali, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Halmahera Selatan.

Dalam akta pendirian tersebut tercatat tiga pihak sebagai pendiri, yakni Darmin Mohammad Dali, Husadi Saiman, dan Sairin Rumbia, yang tercatat sebagai warga Desa Tuwokona, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan.

Sekretaris TKBM Sibela Bersatu, Husadi Saiman, mengatakan pembentukan lembaga tersebut merupakan langkah untuk membangun wadah tenaga kerja bongkar muat yang mandiri, solid, profesional, serta berkelanjutan.

Menurut Husadi, TKBM Sibela Bersatu tidak hanya diarahkan pada pelaksanaan kegiatan bongkar muat, tetapi juga memiliki perhatian terhadap kesejahteraan, perlindungan hak, peningkatan kompetensi, serta keselamatan dan kesehatan kerja para anggotanya.

“TKBM Sibela Bersatu dibentuk sebagai wadah untuk memperkuat persatuan anggota, meningkatkan kesejahteraan, memperjuangkan perlindungan dan kepastian hak anggota, serta meningkatkan profesionalitas dalam menjalankan pekerjaan bongkar muat,” ujar Husadi.

Mengedepankan Persatuan dan Profesionalisme

Dalam dokumen pendiriannya, TKBM Sibela Bersatu menetapkan tujuan untuk mewujudkan anggota yang sejahtera, terlindungi, profesional, mandiri, dan bermartabat.

Organisasi tersebut juga menempatkan peningkatan kompetensi, perlindungan hak anggota, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta pelaksanaan kegiatan bongkar muat yang aman, tertib, efektif, dan produktif sebagai bagian dari tujuan kelembagaan.

Adapun visi TKBM Sibela Bersatu adalah mewujudkan lembaga yang solid, profesional, sejahtera, mandiri, bermartabat, dan berdaya saing dengan menjunjung tinggi persatuan, keselamatan dan kesehatan kerja serta memberikan kontribusi terhadap kelancaran kegiatan bongkar muat.

Husadi menjelaskan, visi tersebut menjadi arah organisasi dalam menjalankan kelembagaan sekaligus membangun hubungan kerja yang baik dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan aktivitas kepelabuhanan.

“Yang paling penting adalah bagaimana organisasi ini dapat berjalan sesuai tujuan pendiriannya. Kami ingin anggota memiliki rasa persatuan, bekerja secara profesional dan tetap mengedepankan keselamatan serta ketertiban dalam menjalankan tugas,” katanya.

Sembilan Misi Menjadi Pedoman Organisasi

Untuk mewujudkan visi tersebut, TKBM Sibela Bersatu menetapkan sembilan misi utama.

Pertama, membangun persatuan dan solidaritas seluruh anggota. Kedua, meningkatkan kesejahteraan anggota dan keluarganya. Ketiga, memperjuangkan perlindungan dan kepastian hak anggota.

Keempat, meningkatkan keterampilan, kompetensi, dan profesionalitas tenaga kerja bongkar muat. Kelima, meningkatkan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.

Keenam, meningkatkan disiplin, produktivitas, dan etos kerja. Ketujuh, membangun hubungan kerja yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan.

Kedelapan, mewujudkan organisasi yang transparan, demokratis, dan akuntabel. Kesembilan, mendorong kemandirian ekonomi anggota.

Menurut Husadi, sembilan misi tersebut akan menjadi pedoman dalam menjalankan kegiatan organisasi sekaligus memperjuangkan kepentingan anggota melalui kelembagaan.

Dorong Kegiatan Bongkar Muat yang Aman dan Tertib

Dengan terbentuknya TKBM Sibela Bersatu, organisasi tersebut diharapkan dapat menjadi wadah koordinasi bagi tenaga kerja bongkar muat yang beraktivitas di Pelabuhan Tuwokona.

Husadi menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja menjadi salah satu perhatian utama organisasi. Pasalnya, kegiatan bongkar muat memiliki risiko pekerjaan sehingga membutuhkan keterampilan, kedisiplinan, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.

Selain keselamatan kerja, organisasi juga berkomitmen menerapkan prinsip transparansi, demokrasi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan kelembagaan.

“Kami ingin organisasi ini dikelola secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada anggota. Semua harus berjalan sesuai aturan dan tujuan yang telah ditetapkan dalam akta pendirian,” jelasnya.

Ia berharap keberadaan TKBM Sibela Bersatu dapat membangun hubungan kerja yang harmonis dengan pengelola pelabuhan maupun seluruh pemangku kepentingan di kawasan Pelabuhan Tuwokona.

Menurutnya, sinergi antara tenaga kerja, pengelola pelabuhan, dan pihak terkait diperlukan agar aktivitas bongkar muat dapat berlangsung secara aman, tertib, dan produktif.

Dengan diterbitkannya akta pendirian tersebut, TKBM Sibela Bersatu memiliki dasar kelembagaan untuk menjalankan visi dan misi organisasi serta memperkuat peran tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan Tuwokona.

Husadi menambahkan, pihaknya akan terus berupaya menjaga persatuan anggota sekaligus mendorong peningkatan profesionalitas dan kesejahteraan.

“Harapan kami, TKBM Sibela Bersatu menjadi rumah bersama bagi seluruh anggota. Persatuan harus menjadi kekuatan utama, sementara profesionalitas, keselamatan kerja dan kesejahteraan menjadi bagian yang terus kami perjuangkan,” pungkas Husadi Saiman.

(Red)

Penulis

admin@123

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *