HALMAHERA BARAT – Aknosius Datang resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Kabupaten Halmahera Barat periode 2026–2031. Ia akan memimpin organisasi tersebut bersama Tiklas Babua yang ditetapkan sebagai sekretaris.
Penetapan keduanya berlangsung dalam Konferensi Cabang (Konpercab) PIKI Halmahera Barat, Jumat (16/10/2026). Forum ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan PIKI untuk lima tahun ke depan.
Terpilihnya Aknosius Datang diharapkan menjadi awal penguatan peran PIKI sebagai wadah kaum intelektual Kristen dalam menyumbangkan gagasan, pemikiran, dan solusi bagi berbagai persoalan sosial serta pembangunan di Kabupaten Halmahera Barat.
Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DPC PIKI Halmahera Barat, James Uang, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga demokrasi organisasi dengan mengedepankan keterbukaan, etika, persaudaraan, dan nilai-nilai Kristiani.
James, yang juga menjabat sebagai Bupati Halmahera Barat, mengingatkan bahwa setiap proses pemilihan dalam organisasi harus dilaksanakan secara sehat dan bermartabat. Menurutnya, perbedaan pandangan maupun kompetisi antarkandidat merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus disikapi dengan sikap saling menghormati.
“Para kandidat harus bertarung secara terbuka dan mencerminkan nilai-nilai Kristiani,” ujar James.
Ia menegaskan, nilai-nilai Kristiani tidak hanya penting dalam proses pemilihan, tetapi juga harus tercermin dalam sikap, perilaku, serta tanggung jawab setiap pengurus saat menjalankan amanah organisasi.
Menurut James, kepemimpinan yang berlandaskan etika dan persaudaraan menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga soliditas internal sekaligus mendorong organisasi agar mampu menjalankan perannya secara maksimal di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua PIKI Halmahera Barat terpilih, Aknosius Datang, menegaskan bahwa PIKI harus mampu mengambil peran lebih luas sebagai ruang pertukaran gagasan dan pemikiran intelektual dalam menjawab tantangan pembangunan daerah.
Aknosius, yang akrab disapa Ongky, berharap PIKI tidak hanya berfokus pada konsolidasi internal, tetapi juga menjadi wadah bagi kaum intelektual Kristen untuk menyampaikan ide, menawarkan solusi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Halmahera Barat.
“PIKI dapat menjadi ruang bagi kaum intelektual Kristen untuk menyampaikan gagasan, memberikan kontribusi pemikiran, serta mengambil bagian dalam mendorong pembangunan Halmahera Barat,” kata Ongky.
Ia menilai, keberadaan kaum intelektual memiliki peran strategis dalam memberikan perspektif, masukan, serta pemikiran konstruktif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan pemerintah daerah.
Karena itu, kepengurusan PIKI periode 2026–2031 diharapkan mampu membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen, sehingga gagasan yang lahir dari organisasi tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat dikembangkan menjadi program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Penguatan kapasitas intelektual anggota, keterlibatan dalam persoalan sosial kemasyarakatan, serta kontribusi pemikiran terhadap kebijakan pembangunan daerah menjadi sejumlah ruang strategis yang dapat dikembangkan oleh kepengurusan baru.
Tantangan tersebut sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi Aknosius Datang bersama Tiklas Babua untuk menerjemahkan visi dan gagasan organisasi ke dalam program kerja yang konkret, terarah, dan berkelanjutan.
Konferensi Cabang PIKI Halmahera Barat tersebut turut dihadiri unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat, para pendeta dari Kecamatan Sahu dan Sahu Timur, perwakilan Pemuda Kristen Halmahera Barat, BPC GMKI Cabang Jailolo, serta DPC GAMKI Halmahera Barat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari momentum konsolidasi dan penguatan hubungan antara PIKI dengan elemen keagamaan, kepemudaan, serta pemerintah daerah.
Dengan ditetapkannya Aknosius Datang sebagai ketua dan Tiklas Babua sebagai sekretaris, PIKI Halmahera Barat kini memasuki babak kepemimpinan baru untuk periode 2026–2031.
Kepengurusan ini diharapkan mampu menjaga nilai-nilai Kristiani, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan kontribusi kaum intelektual Kristen dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Lebih dari sekadar pergantian kepemimpinan, momentum Konpercab tersebut menjadi kesempatan bagi PIKI Halmahera Barat untuk mempertegas eksistensinya sebagai organisasi intelektual yang mampu menghadirkan gagasan, membangun kolaborasi, dan memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan daerah selama lima tahun mendatang.





Tinggalkan Balasan