TERNATE, MALUKU UTARA — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman, menegaskan pentingnya penguatan patroli perairan, deteksi dini, dan langkah pencegahan untuk menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah perairan Maluku Utara.
Ia meminta seluruh jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku Utara mengimplementasikan Program Kie Raha Aman secara nyata melalui pelaksanaan tugas yang profesional, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Irjen Pol. Arif Budiman saat menghadiri Gelar Operasional Ditpolairud Triwulan II dan III Tahun 2026 di Ternate, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi pelaksanaan tugas sekaligus memperkuat kesiapan personel dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan di wilayah perairan Maluku Utara.
Hadir dalam kegiatan itu Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Slamet Hariyadi, Irwasda Kombes Pol. Andrie Rondonuwu, Direktur Polairud Kombes Pol. Azhari, serta Kabid Propam Polda Maluku Utara.
Dalam arahannya, Kapolda menekankan bahwa karakteristik geografis Maluku Utara sebagai provinsi kepulauan membutuhkan kesiapsiagaan dan pola pengamanan perairan yang optimal. Patroli, menurutnya, harus dilaksanakan secara rutin, berkesinambungan, dan tepat sasaran, terutama di jalur pelayaran, pelabuhan, kawasan pesisir, serta pulau-pulau yang berpotensi mengalami gangguan keamanan.
“Patroli harus dilaksanakan secara terencana dan tepat sasaran agar mampu mencegah pelanggaran hukum serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegasnya.
Selain meningkatkan intensitas patroli, Irjen Pol. Arif Budiman meminta jajaran Ditpolairud memperkuat kemampuan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas. Upaya tersebut dinilai penting agar setiap ancaman keamanan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Kapolda juga menegaskan bahwa implementasi Program Kie Raha Aman harus diwujudkan melalui tindakan konkret di lapangan, bukan sekadar menjadi agenda atau slogan institusi.
Langkah pencegahan itu mencakup pemberantasan penyelundupan, peredaran narkoba, praktik penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing), serta berbagai bentuk tindak pidana lainnya yang berpotensi terjadi di wilayah perairan Maluku Utara.
Menurutnya, pengawasan yang konsisten dan respons cepat terhadap laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan perairan yang aman, tertib, dan terbebas dari aktivitas ilegal.
Kapolda turut mengingatkan seluruh personel Ditpolairud agar senantiasa mengedepankan profesionalisme, disiplin, integritas, dan responsivitas dalam menjalankan tugas.
Personel tidak hanya dituntut mampu melakukan penegakan hukum, tetapi juga harus hadir memberikan perlindungan, pelayanan, serta pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam situasi darurat di wilayah perairan.
Koordinasi dengan satuan kewilayahan dan instansi terkait juga perlu diperkuat guna memastikan pelaksanaan pengamanan berjalan efektif dan mampu menjawab berbagai tantangan di lapangan.
Irjen Pol. Arif Budiman menegaskan, keberhasilan Ditpolairud tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan patroli yang dilaksanakan. Lebih dari itu, keberhasilan harus terlihat dari kemampuan mencegah gangguan kamtibmas, meningkatkan keselamatan pelayaran, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat di seluruh wilayah Maluku Utara.
“Keberhasilan Ditpolairud tidak hanya diukur dari jumlah patroli, tetapi juga dari kemampuan mencegah gangguan kamtibmas, meningkatkan keselamatan pelayaran, dan memberikan rasa aman kepada masyarakat di seluruh wilayah Maluku Utara,” ungkapnya.
Melalui Gelar Operasional Triwulan II dan III Tahun 2026 tersebut, Ditpolairud Polda Maluku Utara diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai kendala dalam pelaksanaan tugas, memperbaiki kekurangan, serta meningkatkan efektivitas strategi pengamanan perairan.
Evaluasi operasional ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan personel dan sarana pendukung agar pelaksanaan patroli, pencegahan tindak pidana, serta pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan semakin optimal.
Kapolda berharap seluruh jajaran Ditpolairud terus meningkatkan kinerja dan memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan wilayah perairan Maluku Utara.
“Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keamanan perairan serta mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” pungkasnya.
Dengan penguatan patroli, deteksi dini, dan sinergi lintas instansi, Ditpolairud Polda Maluku Utara diharapkan semakin optimal dalam menjaga keamanan laut sekaligus menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional dan responsif bagi masyarakat di provinsi kepulauan tersebut.





Tinggalkan Balasan