MALUKU UTARA, SherlyMalut.Com– Perebutan kursi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Maluku Utara mulai mengerucut. Nama Nasri Abubakar semakin menguat setelah muncul sebagai satu-satunya bakal calon yang telah menyatakan kesiapan maju dalam Musyawarah Daerah (Musda) Luar Biasa Demokrat Maluku Utara.
Situasi ini membuka peluang besar bagi Nasri untuk menempati posisi strategis sebagai pemimpin baru Partai Demokrat di Provinsi Maluku Utara. Namun, kepastian tersebut masih menunggu berakhirnya masa pendaftaran serta keputusan melalui mekanisme Musda.
Keseriusan Nasri untuk maju ditandai dengan keikutsertaannya dalam proses penjaringan bakal calon Ketua DPD yang dibuka panitia penyelenggara. Hingga menjelang batas akhir pendaftaran, belum terlihat kandidat lain yang secara resmi mengambil formulir maupun mendaftarkan diri untuk bersaing memperebutkan kursi kepemimpinan tersebut.
Ketua Panitia Musda, Junaidi A. Bahruddin, mengatakan bahwa proses pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Maluku Utara masih dibuka hingga pukul 18.00 WIT, Sabtu (31/10/2026).
Junaidi menegaskan, kesempatan tetap diberikan kepada seluruh kader yang memenuhi persyaratan untuk ikut dalam proses penjaringan.
Dengan demikian, peluang munculnya kandidat lain masih terbuka. Namun, apabila hingga penutupan tidak ada kader lain yang mendaftarkan diri, Nasri Abubakar akan menjadi satu-satunya kandidat yang melangkah ke tahapan Musda Luar Biasa.
Bukan Sekadar Perebutan Kursi, Konsolidasi Partai Jadi Taruhan
Musda Luar Biasa Demokrat Maluku Utara bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan. Forum ini menjadi momentum penting untuk menentukan arah politik, memperkuat konsolidasi, sekaligus membangun kembali kekuatan partai di seluruh wilayah Maluku Utara.
Ketua DPD mendatang memiliki tanggung jawab besar dalam menyatukan kader, memperkuat struktur organisasi hingga kabupaten dan kota, serta memastikan Partai Demokrat mampu tampil lebih solid dalam menghadapi agenda politik ke depan.
Jika dipercaya memimpin, Nasri Abubakar akan menghadapi tantangan untuk membuktikan kapasitas kepemimpinannya, membangun komunikasi dengan seluruh elemen partai, dan menjadikan Demokrat sebagai kekuatan politik yang diperhitungkan di Maluku Utara.
Status calon tunggal tentu menjadi perkembangan menarik dalam dinamika internal partai. Meski demikian, hal tersebut tidak otomatis menjadikan Nasri sebagai ketua terpilih. Seluruh proses tetap harus berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan organisasi Partai Demokrat.
2 November Jadi Momentum Penentuan
Musda Luar Biasa dijadwalkan berlangsung pada 2 November 2026. Tanggal tersebut akan menjadi momentum penting bagi kader Demokrat Maluku Utara untuk menentukan sosok yang akan dipercaya menakhodai partai ke depan.
Kini, perhatian politik tertuju pada Nasri Abubakar. Apakah ia benar-benar akan menjadi pemimpin baru Demokrat Maluku Utara, sekaligus membawa perubahan dan memperkuat soliditas partai?
Semua akan terjawab dalam forum Musda. Satu hal yang pasti, kepemimpinan baru Demokrat Maluku Utara akan diuji bukan hanya melalui proses pemilihan, tetapi juga melalui kemampuan membangun kekuatan dan kepercayaan publik.
Demokrat Maluku Utara kini menanti nahkoda baru. (Red)





Tinggalkan Balasan